Oli Motor Manual Dipakai di Skutik, Apa Efeknya

By Administrator 11 Jan 2023
 

Di Indonesia saat ini terdapat dua jenis sepeda motor yaitu motor yang menggunakan gigi manual dan motor matik atau lebih dikenal dengan skutik. Hadirnya skutik di Indonesia tidak hanya berbentuk motor bebek berdimensi kompak saja, tapi dimensi dan cc besar pun ada yang menggunakan transmisi matik.

Bagian yang membedakan antara sebuah skutik dengan motor manual hanya pada bagian transmisi saja, sedangkan bagian kruk as ke ruang bakar masih sama seperti motor 4 tak kebanyakan. Namun meski memiliki komponen yang kurang lebih sama pada bagian kruk as, piston dan head, oli mesin antara motor manual dengan motor matik memiliki perbedaan spesifikasi.

Lantas apa yang akan terjadi ketika oli mesin untuk motor manual digunakan pada motor matik? Akankah ada efek yang timbul baik jangka pendek atau jangka panjang yang timbul?

Ada sebuah hal yang harus kita pahami terlebih dahulu terutama pada hal kopling yang digunakan motor matik dengan motor manual. Motor manual umumnya menggunakan kopling basah sedangkan motor matik menggunakan kopling kering.

Nah dari pembeda itulah spesifikasi dari oli mesin motor manual dan motor matik memiliki perbedaan. Ketika hal tersebut sudah terjadi, maka oli mesin antara keduanya tidak bisa disilang. Atau dalam artian oli motor manual tidak boleh digunakan di motor matik atau sebaliknya.

Oli untuk motor manual umumnya memiliki kemampuan untuk membuat kerja kopling tetap maksimal. Karena itu umumnya oli motor manual lebih kental dibandingkan dengan oli motor matic. 

Sedangkan oli motor matic umumnya lebih encer dibandingkan dengan oli motor manual. Pasalnya oli motor matic fokus untuk memberikan perlindungan gesekan pada mesin saja 

Jika kita menggunakan oli motor matic pada motor manual, maka kemungkinan yang terjadi adalah kopling dari motor manual tersebut akan terjadi selip. Pasalnya balik lagi ke spesifikasi oli mesin motor matik tadi yang hanya fokus pada perlindungan gesekan mesin saat bekerja. Dalam hal ini adalah kerja dari kruk as, piston hingga klep.

Namun jika oli motor manual digunakan pada motor matik, maka kemungkinan yang terjadi adalah gesekan pada mesin akan lebih besar. Hal tersebut disebabkan oleh oli motor manual jauh lebih kental. Jadi tarikan motor matik akan lebih berat ketika menggunakan oli motor manual.

Untuk melihat perbedaan oli motor manual dengan oli motor matik bisa dilihat melalui kemasannya. Biasanya pabrikan memberi tanda mana oli untuk motor manual, mana oli untuk motor matik.

Selain itu kita juga bisa melihat kode Jaso pada kemasan oli motor. Jaso atau Japanese Automotive Standards Association memberikan kode pembeda antara oli mesin untuk motor matik dan motor manual.

Biasanya kode JASO yang ada pada oli motor matik berupa JASO MB. Kode tersebut memiliki arti pada oli tersebut memiliki kandungan Molibdenum. kandungan tersebut berguna untuk menambahkan tingkat pelumasan pada mesin.

Sedangkan pada oli motor manual ini mendapatkan kode JASO MA. Kode tersebut memiliki arti adanya kandungan zat aditif berupa senyawa yang berguna untuk menjadikan kopling menjadi presisi. Jika kita menggunakan oli motor matic maka pergesekan gigi transmisi akan menjadi kasar bahkan lebih parahnya kopling akan selip.

Jadi kesimpulannya adalah oli motor manual ini tidak disarankan jika dipakai untuk motor matic, begitu pun dengan sebaliknya. Oli motor matic tidak disarankan dipakai untuk motor manual.