Perbedaan dan Rekomendasi Oli untuk Mesin Diesel

By Administrator 30 Des 2021
 

Mobil dengan mesin diesel kini mulai diminati oleh berbagai kalangan. Dahulu mobil dengan mesin tersebut hanya diminati oleh orang tua, tetapi saat ini terjadi pergeseran dimana anak muda sudah mulai melirik mesin tersebut. Adanya pergeseran tersebut tak lain dan tak bukan karena adanya meningkatnya teknologi sehingga membuat mesin tersebut yang memiliki image “pelan” dan “tidak bisa dioprek” kini bisa dimodifikasi menjadi sangat buas.

Untuk orang awam yang baru menggunakan mobil dengan mesin diesel tentu menanyakan bagaimana dengan perawatannya? Bagaimana dengan oli yang digunakan? Apa olinya bisa menggunakan oli yang sama untuk mesin bensin?

Kalau dilihat dari bentuk cairannya menggunakan cairan yang sama. Tapi jika ditelaah lebih dalam ada beberapa spesifikasi yang berbeda. Spesifikasi yang dimaksud adalah seperti API Service dan juga kandungan aditif yang terdapat didalamnya. Hal yang paling mudah kita temui untuk membedakan antara oli untuk mesin diesel dan mesin bensin adalah dari kemasannya. Umumnya produsen memberikan keterangan “Gasoline Engine Oil” atau “Diesel engine Oil”.

Selain melihat dari keterangan yang ada didalam kemasan, kita bisa juga membedakannya melalui spesifikasi API (American Petroleum Institute) Service-nya. Umumnya untuk mesin bensin memiliki kode berawalan huruf “S”. seperti API SJ, SL, SM dan yang paling tinggi untuk saat ini yaitu SN. Sedangkan untuk mesin diesel diawali dengan huruf “C” seperti CI-4, CJ-4 dan yang paling tinggi adalah CK-4. Masing masing huruf tentunya memiliki aditif yang berbeda beda. Semakin tinggi standarisasi API Service-nya semakin baik pula kandungan aditif yang ada didalamnya.

Oh ya, ada lagi perbedaan standarisasi oli mesin bensin maupun oli mesin diesel, yaitu ACEA ( Association des Constructeurs Europeens d’Automobiles). Standarisasi ini biasa digunakan untuk mesin mobil eropa. Untuk ACEA A menjadi standarisasi untuk oli mesin bensin. Sementara itu untuk ACEA C2, C3 dipergunakan untuk mesin diesel ringan seperti mobil yang beredar di Indonesia.

Untuk tingkatan ACEA E4, E6, atau E7 biasanya dipergunakan untuk mesin kendaraan berat seperti truk, bus, maupun alat berat lainnya. Sementara untuk kekentalan atau SAE (Society of Automotive Engineers) untuk mesin bensin maupun mesin diesel sudah hampir sama.

Lantas bagaimana dengan kekentalan oli yang baik untuk mesin diesel? Banyak orang yang beranggapan jika mesin diesel lebih baik menggunakan oli dengan viskositas yang tinggi atau kental. 

Dewasa ini seiring berkembangnya teknologi yang ada di mesin diesel, justru oli dengan viskositas rendah atau encer lah yang dibutuhkan oleh mesin diesel. Hal tersebut dibutuhkan lantaran jika menggunakan oli dengan viskositas rendah atau encer, oli tersebut bisa melumasi komponen mesin hingga di celah-celah yang sempit. Bahkan kini ada oli-oli beredar dipasaran yang menyajikan beragam keunggulan yang mampu memenuhi kebutuhan dari mesin diesel yang sarat akan teknologi terkini dimana mengutamakan emisi gas buang yang rendah.

Salah satu produk tersebut adalah Evalube Super Transco SAE 15W-40 API CI-4 SL. Pelumas mesin diesel ini merupakan pelumas multi grade yang memiliki kemampuan tinggi yang digunakan pada kendaraan mesin diesel modern dengan emisi rendah. Pelumas ini dapat bekerja dengan baik meski menggunakan bahan bakar dengan kadar sulfur rendah maupun tinggi. 

Pelumas ini mengandung aditif berteknologi tinggi yang mampu mengontrol oksidasi dan mengendalikan jelaga (soot) dengan baik sehingga memberikan perlindungan yang efektif terhadap pembentukan deposit piston sebagai akibat dari temperatur tinggi, keausan, korosi, serta pembentukan busa. Dengan adanya teknologi Veltec with Clean Shield formula, pelumas ini memiliki kemampuan membersihkan mesin yang lebih baik.