Kenali Jenis Kembangan Ban Mobil, Jangan Salah Pilih

By Administrator 30 Jun 2023
 

Ban pada mobil sangat penting karena merupakan komponen yang langsung bersentuhan dengan aspal jalan. Karena itu, ban harus dirawat dengan baik dan juga jangan sampai salah memilih ban agar terhindar dari risiko kecelakaan.

Selain itu, ban juga berfungsi untuk menahan beban di kendaraan sekaligus muatannya, peredam guncangan, penerus fungsi kemudi dan tenaga dari mesin secara keseluruhan untuk menunjang mobilitas kendaraan.

Macam jenis kembangan ban ini ada beragam lho. Jika salah memilih bisa berisiko dan mengemudi terasa tak nyaman.

Berikut jenis-jenis kembangan dalam ban mobil:

1. Ban beralur simetris

Ban dengan alur simetris biasanya digunakan pada mobil penumpang. Ban dengan alur simetris memiliki kembangan motif sama, baik di sisi atau bagian tengah.

Ban dengan alur simetris memiliki keunggulan dapat berotasi pada metode jenis apa pun. Baik depan ke belakang atau kanan ke kiri dan juga sebaliknya. Ban dengan alur simetris ini juga disebut sebagai ban multi directional karena keunggulannya tersebut.

2. Ban beralur asimetris

Ban dengan alur asimetris memiliki rancangan kembangan yang berbeda pada bagian tapak sisi dan tapak bagian dalamnya. Keunggulan ban asimetris adalah bisa digunakan di segala cuaca, baik di jalan kering maupun basah dan licin. Untuk itu, ban ini sering juga disebut sebagai ban All Seasons.

Produsen ban biasanya akan memberikan tanda Inner atau Outer pada bagian dinding bannya untuk mengetahui mana yang bagian dalam dan bagian luar. Dengan demikian, seluruh ban memiliki kembangan arah alur yang serupa.

Meski kembangannya asimetris, ban ini tetap bisa dirotasi ke segala arah. Namun, untuk merotasinya harus memperhatikan tanda Inner atau Outernya.

3. Ban beralur searah

Ban dengan alur searah biasanya memiliki kembangan berupa huruf V. Ban jenis ini memiliki alur kembangan pada tapak ban yang searah. Artinya, pada keempat bannya memiliki arah alur kembangan yang sama, baik itu ke arah depan atau belakang.

Kembangan layaknya huruf V ini diklaim dapat memindahkan air lebih efisien. Ban ini biasanya dipakai pada mobil-mobil mewah atau yang berperforma tinggi.

Karena alur kembangnya searah, ban ini hanya bisa dirotasi searah saja yakni dari depan ke belakang dan sebaliknya. Di bagian dinding ban akan menampilkan penunjuk arah panah yang berfungsi sebagai informasi terkait arah alur kembangan pada tapak ban.

4. Ban slick

Ban slick ini tidak memiliki alur kembangan sama sekali. Ban jenis ini tak direkomendasikan untuk penggunaan harian karena berbahaya.

Ban mobil ini biasanya digunakan untuk balap profesional seperti pada mobil Nascar atau Formula 1.

5. Ban semi slick

Ban semi slick memiliki kembangan tapi sedikit sekali. Kembangan ini didesain agar mobil memiliki grip saat melaju di jalan kering. Tetapi ban ini cukup bahaya jika dikemudikan di jalan basah, untuk itu tak direkomendasikan untuk penggunaan harian.

Ban ini juga hanya digunakan pada balapan di dalam lintasan sirkuit.

6. Ban off-road All Terrain (AT)

Ban AT ini memiliki alur kembangan pada tapak ban yang agak kasar. Ban ini hanya bisa digunakan di jalur off-road yang ringan.

Ban ini juga bisa digunakan di jalan aspal tetapi cukup berisik dan keras.

7. Ban off-road Mud Terrain (MT)

Ban jenis MT ini memiliki alur kembangan pada tapak ban yang sangat kasar. Ban ini sangat mumpuni digunakan di jalur off-road baik yang ringan maupun berat. Namun, ban ini tidak bisa digunakan di jalan aspal karena alur kembangannya yang sangat kasar membuat ban ini tak memiliki grip sama sekali.

Itu jenis-jenis alur kembangan pada ban. Jangan sampai salah pilih untuk mobilmu ya!