Efek Negatif Bila Mesin Mobil Kekurangan atau Kelebihan Oli

By administrator 01 Nov 2018
 

Jumlah oli yang dibutuhkan mesin mobil berbeda-beda. Katakanlah Toyota Avanza bermesin 1.300 cc membutuhkan oli mesin sekitar 2,3 liter. Atau Toyota Innova 2.000 cc butuh sekitar 5,1 liter. Jumlah yang dibutuhkan akan bertambah bila ikut mengganti filter oli. Sebagai pemilik mobil, sebaiknya kita memerhatikan agar jumlah oli mesin mobil tidak kekurangan, juga tidak kelebihan.

Untuk diingat, produsen telah merancang mesin mobil bekerja optimal dengan takaran oli yang pas. Di dalam mesin, oli itu sendiri memegang berbagai peran vital. Antaranya sebagai bahan pelumas agar mesin berjalan mulus dan bebas gangguan. Sekaligus berfungsi sebagai pendingin dan penyekat.

Resiko mesin kekurangan oli

Dari penjelasan di atas maka bisa dibayangkan efeknya bila mesin mobil kekurangan oli, yaitu rusaknya komponen-komponen yang ada di dalam mesin. Logikanya, saat mesin mobil kekurangan oli maka sistem pelumasannya tak optimal.

Sehingga komponen-komponen di dalam mesin yang pada dasarnya terbuat dari bahan metal akan bergesakan tanpa adanya lapisan yang melindunginya. Mesin bisa “baret-baret”, begitu istilahnya yang banyak beredar.

Contoh gangguan yang biasanya muncul saat mesin mobil kekurangan oli ialah terganggunya kerja ring piston. Gerakannya bisa jadi tak mulus lagi karena tak ada yang melumasi. Hal ini bisa berujung kebengkokan hingga macet.

Resiko mesin kebanyakan oli

Memastikan oli berada dalam jumlah yang cukup sangat penting. Karena kenyataannya, bila mesin mobil diisi terlalu banyak oli maka akan menimbulkan gangguan juga.

Salah satunya ialah mesin terasa berat, akselerasi terhambat. Sebab, di dalam mesin terdapat mekanisme dari komponen-komponennya. Ibarat, misalnya komponen seharunya hanya terendam setengah, namun karena kebanyakan oli maka terendam seluruhnya. Pastinya hal ini membuat kerjanya menjadi lebih berat.

Bahkan, beberapa sumber juga menyebutkan kelebihan oli dapat mengakibatkan mesin jadi lebih kotor. Penjelasannya, jumlah oli berlebih akan menimbulkan uap oli yang lebih banyak pula. Sesuai peraturan terkait lingkungan, uap ini tak boleh dibuang dan dikembalikan ke dalam mesin melalui saluran hawa. Nah, jumlahnya yang belebihan bakal menciptakan lebih banyak kotoran.

Untuk memastikan jumlah oli berada dalam takaran yang pas maka sebaiknya memahami yang tertuang dalam buku panduan pemilik kendaraan dan rutin mengeceknya menggunakan dipstick.