Jarang Ganti Oli Transmisi? Ini Dampak Terburuknya!

By Administrator 11 Agu 2022
 

Pemilik mobil dengan transmisi automatic, harus lebih aktif lagi dalam melakukan perawatan kendaraan. Tidak hanya persoalan mengganti pelumas mesin saja yang kerap dilakukan secara berkala, tetapi untuk pelumas transmisi, hal ini juga menjadi kewajiban bagi mereka yang menggunakan transmisi automatic.

Adapun fungsi dari pelumas transmisi tersebut adalah untuk melumasi gir yang ada di dalam bagian tersebut agar dapat bekerja secara maksimal. Selain itu, pelumas transmisi ini juga memiliki fungsi untuk memuluskan kinerja dari setiap komponen mesin yang ada agar pergerakannya tak terhalang oleh gerakan kasar dan terjadinya karat. Bahkan, pelumas juga turut berfungsi sebagai penghantar dalam mekanisme pengoperan gigi otomatis pada transmisi automatic.

 

Baca juga artikel terkait Oli Gardan Mobil:

  1. Sering Dianggap Sama, Ini Dia Perbedaan Oli Gardan dan Oli Transmisi
  2. Daftar Harga Oli Gardan Mobil Terbaru

 

Dalam melakukan perawatan berkala terkait pelumas transmisi automatic, pemilik mobil juga harus mengetahui kapan harus melakukan penggantian. Untuk periodenya sendiri, disarankan para pemilik mobil matic harus melakukan oli transmisi setiap interval 15.000 kilometer. Hal ini berbeda dengan pelumas transmisi manual, di mana untuk transmisi tersebut berlaku kelipatan 20.000 kilometer sampai 40.000 kilometer.

Apabila interval pelumas tersebut terlewat, maka akan ada beberapa kerugian yang akan dirasakan oleh pemilik mobil. Salah satu hal yang akan menghantui adalah slip transmisi saat melintas di jalan menanjak. Salah satu hal yang menjadi indikasi adanya kerusakan transmisi bisa dirasakan ketika putaran mesin sudah terlalu tinggi, namun kecepatannya tidak dapat bertambah secara konstan.

Selain itu, apabila kelamaan mengganti pelumas transmisi automatic tersebut akan ada bunyi kasar yang terdengar saat melakukan pengoperan gigi. Ini disebabkan lantaran torque converter sudah rusak sehingga tidak bisa bekerja secara maksimal.

Adapun yang menjadi penyebab hal tersebut terjadi lantaran cairan pelumas tersebut tidak lagi bekerja secara maksimal. Kalau sudah cairan tidak sekental sebelumnya, maka pelumasan terhadap beberapa komponen yang ada di dalam bagian transmisi tidak akan maksimal.

Jika dalam jangka waktu lama didiamkan, maka dikhawatirkan akan merembet ke bagian lain dan membuat performa mobil justru menjadi lebih buruk. Untuk biaya perbaikan atau penggantian part pada sistem transmisi tersebut akan lebih mahal.

Sebelum transmisi mobil rusak, maka hal ini harus segera diperhatikan oleh para pemilik mobil.