Evalube

Oli Mesin yang Digunakan Pada Sepeda Motor – Jenis Oli, Fungsinya & Kode SAE

Oli mesin yang digunakan pada sepeda motor adalah pelumas yang memiliki tingkat kekentalan (SAE) berkisar SAE 10W-40, SAE 15W-40, dan SAE 15W-50. Selain tingkat kekentalan, oli mesin juga harus mengandung zat berbahan aditif yang mengatur koefisien gesek yang telah disesuaikan untuk mesin sepeda motor. Oli mesin motor biasanya memiliki kode sertifikat Jaso & API pada kemasan.

Jaso (Japanese Automotive Standart Association) adalah asosiasi yang menguji kualitas pelumas di Jepang. Sedangkan API (American Petroleum Institute) adalah lemabaga yang menguji kualitas pelumas untuk Eropa dan Amerika.

Proses Ganti Oli – Menguras Oli Lama

Mengenal Kode SAE pada Pelumas Mesin

Mengenal kode SAE pada oli mesin yg digunakan untuk motor beserta manfaatnya. Ketika kalian ingin mengganti oli, pasti sering menemukan beberapa kode pada kemasan. Salah satunya adalah kode SAE pada oli mesin yang kerap menjadi pertimbangan seseorang sebelum memilih jenis oli. Nah, tahukan kalian apa itu istilah SAE yang terdapat dalam kemasan oli?

SAE (Society of Automotive Engineer) merupakan salah satu asosiasi yang mengatur standarisasi berbagai bidang, termasuk bidang manufaktur dan bidang rancang desain teknik. Asosiasi ini didirikan oleh Henry Ford & Andrew Riker. Salah satu standarisasi yang dibentuk adalah viskosinitas atau standar untuk mengidentifikasikan tingkat kekentalan oli.

 

Arti Kode SAE pada Oli Mesin Kendaraan Roda Dua

Ketika kalian membeli oli baru, biasanya pada kemasan terdapat tulisan SAE 10W-30, 10W-40 atau 20W-40, 20W-50. Huruf W pada belakang angka merupakan singkatan dari Winter. Oli tersebut diformulasikan untuk musim panas dan dingin, jadi ketika suhu kendaraan dingin oli tidak akan mengental.

Sementara angka yang terletak di depan mengartikan tingkat kekentalan oli saat berada di suhu dingin. Lalu angka paling belakang setelah huruf W mengartikan tingkat kekentalan oli ketika mesin bekerja atau sudah panas. Semakin besar angkanya maka tingkat kekentalannya semakin tinggi, semakin dingin suhu wilayah maka tingkat kekentalannya semakin encer.

Baca juga  artikel lainnya :  Oli Motor Terbaik Untuk Motor Matic Rekomendasi Rider

Kode SAE 10W-40

Pada oli mesin, kode SAE ini mengartikan bahwa masih bisa digunakan sampai kondisi suhu dingin -20 sampai -25 derajat celcius. Serta pada tingkat kekentalan tertentu masih bisa digunakan hingga mencapai suhu 150 derajat celcius. Oli dengan kode ini termasuk yang paling encer daripada jenis lainnya. Namun manfaatnya bisa kalian rasakan pada penggunaan bahan bakar yang menjadi lebih irit. Sayangnya, pada kondisi jalanan yang macet dengan beban berat oli ini kurang maksimal dalam melindungi mesin.

 

Kode SAE 15W-40

Arti kode SAE ini berarti oli mesin masih mampu dipakai pada suhu dingin mencapai -15 hingga -20 derajat celcius. Lalu pada suhu 150 derajat celcius dengan kekentalan tertentu. Sementara nilai VI minimal untuk oli sintetis 145 dan mineral 125. Pada pengujian kendaraan bermotor, sebenarnya jenis oli inilah yang paling pas digunakan. Karena kekentalan oli ini bisa dibilang paling stabil dibanding jenis oli lainnya. Biasanya, oli berkode ini sering digunakan pada kendaraan dengan mesin diesel.

 

Kode SAE 15W-50

Arti kode ini menandakan bahwa oli mesin masih bisa digunakan pada suhu dingin mencapai -15 hingga -20 derajat celcius. Jenis oli dengan kode ini sama dengan kode SAE 20W-50 . Keduanya masih bisa digunakan hingga suhu 150 derajat celcius pada tingkat kekentalan tertentu.

Namun ada hal yang membedakan yaitu 15W-50 sedikit lebih encer dengan nilai VI yang tinggi daripada 20W-50. Semakin tinggi nilai VI maka semakin banyak penggunaan aditif peningkat angka VI. Aditif ini sangat sensitif jika digunakan pada motor yang menyatukan oli mesin dan kopling. Dengan kata lain kode SAE pada oli mesin 15W-50 ini pada tingkat kekentalannya mudah berubah dibanding dengan dengan 20W-50.

 

Pentingnya Oli Mesin Bagi Sepeda Motor

Mesin motor bekerja dengan cara bergesekan antar komponen didalamnya. Pergesekan ini membuat mesin cepat panas, haus dan kropos. Jika terjadi terlalu lama & sering maka akan menyebabkan kerusakan parah pada mesin motor.

Oli mesin sangat diperlukan sebagai pelumas, peranan oli sangat penting bagi mesin motor untuk memastikan pergesekan pada mesin motor tidak menimbulkan kerusakan. Berikut ini fungsi oli pada mesin motor:

  1. Meminimalisir temperatur mesin
    Oli berfungsi meredam panas pada mesin. Panas pada mesin diakibatkan gesekan antar komponen pada mesin. Semakin jauh jarak tempuh & lamanya penggunaan, maka panas akan terus meningkat. Oli memiliki tugas untuk meredam panas yang menyelimuti dinding mesin.
  2. Membersihkan Mesin
    Mesin akan kotor seiring penggunaan karena sering terjadi gesekan, panas & hasil pembakaran. Oli yang berkualitas memiliki kemampuan untuk membersihkan komponen mesin dari hasil pembakaran tersebut.
  3. Suara Mesin Lebih Halus
    Jika terdengar suara kasar pada mesin menyala bisa jadi karena oli sudah menurun kualitasnya. Oli berkualitas memiliki zat-zat yang dapat miminimalisir gesekan pada silinder & piston sehingga suara pergesekan lebih halus. Oli yang tidak pernah diganti atau sudah menurun kualitasnya tidak mampu lagi melumasi gesekan yang terjadi. Akibatnya gesekan tersebut menimbulkan suara yang terdengar sampai keluar mesin.
  4. Mencegah Korosi
    Komponen mesin menggunakan berbahan logam yang seiring waktu dapat terjadi korosi/karat. Pelumas yang menyelimuti komponen mesin dapat meminimalisir proses oksidasi antara udara dan komponen sehingga tidak menyebabkan karat.

 

3 Jenis Pelumas Motor yang Perlu Diketahui

Jenis oli pada sepeda motor ada 3 jenis yaitu oli mesin, oli gardan dan oli rem. Ketiganya mempunyai tugas dasar yang sama yaitu melumasi, namun ketiganya punya fungsi yang berbeda satu sama lain. Berikut ini penjelasan dari masing-masing pelumas.

  1. Oli Mesin
    Pada dasarnya oli mesin bertugas melumasi komponen mesin dari gesekan piston. Gesekan yang sering terjadi membuat komponen cepat haus & panas. Oli mesin relatif lebih cepat diganti dibanding oli jenis lain karena letaknya di dalam mesin yang sering terjadi panas ekstrim. Seiring berkembangnya teknologi mesin yang dikeluarkan pabrikan motor, Evalube terus berinovasi menciptakan oli yang tidak sekedar melumasi, namun juga mampu menjaga kinerja mesin terus optimal seperti baru.
  2. Oli Gardan
    Oli gardan adalah pelumas yang bertugas untuk melumasi pergerakan gear ratio pada sistem transmisi agar perputaran gear lancar. Oli gardan hanya diperlukan pada motor matic saja. Sama pentingnya seperti oli mesin, oli gardan juga rutin diganti. Jika kualitas menurun maka akan menyebabkan suara kasar saat motor berjalan.
  3. Minyak Rem
    Minyak rem adalah pelumas yang berfungsi untuk meminimalisi kalor (panas) antara cakram dan kampas rem. Panas yang terjadi akibat gesekan antara cakram dan kampas saat melakukan pengereman. Umur rem biasanya panjang sehingga jarang diganti, namun sebaiknya Anda selalu cek kondisi minyak rem secara berkala.

 

Oli Mesin Motor Anda Cepat Habis? Mungkin Ini Masalah

Penyebab oli motor cepat habis kemungkinan adanya beberapa masalah. Oli termasuk komponen penting pada kendaraan. Hal itu agar komponen dalam mesin dapat bekerja secara optimal. Oli memiliki fungsi utamanya sebagai pelumas mesin motor.

Untuk dapat menjaga komponen dalam motor dari terjadinya korosi atau karat. Bahkan menjaga kebersihan mesin motor dan menjaga kondisi suhu mesin. Namun masalah yang sering dihadapi adalah saat oli secara tiba-tiba cepat habis.

Apabila oli habis, tentunya akan berpengaruh pada performa kendaraan. Sehingga akan mengurangi kinerja mesin dan suaranya akan menjadi lebih kasar.

 

 

Inilah Beberapa Masalah Penyebab Oli Motor Cepat Habis

Apabila mengetahui kondisi oli yang cepat habis. Sebaiknya segera ketahui mengenai penyebabnya. Untuk itu ketahui beberapa penyebab oli cepat habis berikut ini.

  1. Oli Jarang Diganti
    Oli yang sering digunakan berkurang karena terjadinya penguapan. Saat kondisi oli berada di bawah batas minimal. Oli tersebut tidak dapat melindungi bagian-bagian mesin secara optimal. Hal itu dapat mengakibatkan kerusakan yang cepat dan fatal pada komponen dalam motor.
  2. Seal Oli Bocor
    Terjadinya kebocoran pada seal oli bisa karena pengisian oli yang melebihi kapasitasnya. Selain itu disebabkan oleh umur dari seal oli itu sendiri. Hal ini akan mengakibatkan ‘oil up’ atau oli meluber. Melalui lubang pernafasan menuju filter udara dan ruang karburator. Oli yang terbakar di ruang pembakaran ini akan menjadikan knalpot mengeluarkan asap putih. Hal ini bisa mengakibatkan terjadinya kebocoran pada seal oli.
  3. Piston dan Ring Piston Aus
    Komponen ini yang terletak pada bagian mesin. Tentunya bisa mengalami kerusakan seperti tergores, aus, dan kotor. Apabila ring piston aus, maka akan mengendur. Bahkan udara yang masuk ke ruang oli akan menurunkan tekanan kompresi mesin. Sehingga menjadikan motor mengeluarkan asap yang cukup banyak.
  4. Kekentalan Oli Tidak Sesuai dengan Spesifikasi Mesin
    Apabila menggunakan oli yang lebih kental dari yang disarankan. Maka akan menjadikan motor akan terasa lebih berat. Namun apabila oli yang digunakan lebih encer, maka motor akan terasa lebih ringan. Sebaiknya menggunakan oli yang sesuai dengan spesifikasi mesin.
  5. Pemakaian Motor yang Tidak Normal
    Mengendarai motor secara tidak beraturan atau kasar akan mengakibatkan oli cepat habis. Hal itu karena bisa menjadikan mesin lebih cepat panas dan oli akan cepat menguap.

Dengan mengetahui penyebab oli motor cepat habis. Anda dapat segera mengatasi masalah tersebut. Sehingga akan menjaga performa kendaraan dalam kondisi optimal.

Idealnya, oli tidak boleh kehabisan, jika sudah mengetahui adanya tanda-tanda volume oli terus berkurang segera lakukan pemeriksaan atau ganti oli berkala. Bagaimana sobat? semoga Anda sudah memahami seputar pelumas untuk mesin motor.