Jangan Keliru, Ini 4 Mitos Seputar Oli Mobil

By administrator 28 Sep 2018
 

Kita semua pasti tahu kalau mobil membutuhkan pelumas agar semua komponennya bisa bekerja dengan sempurna. Oli bakal melubrikasi bagian-bagian mesin yang bergerak guna melindungi dari resiko buruk akibat friksi dan korosi. Namun ada beberapa mitos terkait pelumas yang beredar dan membuat sebagian pengguna mobil risau. Beberapa mitos tersebut adalah:

1. Saat Oli Berwarna Hitam Itu Tandanya Oli Harus Diganti

Jika Anda termasuk orang yang sangat peduli dengan kondisi mesin mobil, mungkin Anda akan merasa risau oli mobil menjadi kotor dan menyebabkan lumpur mengendap di mesin. Sejurus kemudian Anda akan mencabut dipstick keluar dan memeriksa warna pelumas di ujungnya.

Lalu pada ujung dipstick, Anda melihat oli berwarna hitam, berbeda dengan warnanya sewaktu dalam kondisi baru. Tak sedikit orang yang menganggap hal ini pertanda oli sudah kotor dan perlu diganti, padahal belum tentu seperti itu. Ada baiknya kita selalu berpegangan pada jarak tempuh dan waktu pengguna untuk menentukan waktu yang tepat mengganti oli. Jangan hanya berdasarkan pengamatan mata telanjang saja.

2. Oli Sintetik Memicu Kebocoran

Pada awal-awal diciptakan tahun 1970-an, oli sintetik dibuat bukan berdasarkan petroleum, melainkan bahan kimia polyalphaolefins. Hal ini menjadikannya tidak begitu bersahabat dengan seal dan gasket. Rupanya bahan kimia ini membuat seal dan gasket menciut sehingga kerap ditemukan kebocoran.

Namun, dengan pengembangan tiga puluh tahun lebih, formula produk oli sintetik kian sempurna. Terutama jika digunakan untuk mesin-mesin modern. Sehingga permasalahan seperti di atas sudah tak lagi relevan saat ini atau bisa dibilang mitos.

3. Gonta-ganti Produk Oli Bikin Mesin Rusak
Anggapan seperti ini sering terdengar dari pemilik mobil. Meski kenyataannya tidak benar. Asalkan selalu menggunakan oli mesin sesuai dengan spesifikasi yang diminta maka mesin mobil akan baik-baik saja.

Bahkan untuk mengganti dari produk oli sintetik ke non sintetik.

Gonta ganti produk oli mesin baru beresiko menimbulkan masalah bila dilakukan dengan cara yang keliru. Perlu diingat bahwa setiap produk pelumas kemungkinkan memiliki kandungan khas masing-masing. Kita tak pernah tahu akibatnya bila kandungan dari merek yang berbeda-beda itu bertemu.

Makanya, perlu dilakukan flushing (menguras mesin dari oli lama) sebelum menggunakan produk yang baru.

4. Wajib Ganti Oli Tiap 5.000 km

Jangan langsung termakan omongan bahwa mobil wajib ganti oli setiap 5.000 km. Karena nyatanya setiap kendaraan memiliki sikus ganti oli yang berbeda. Sebagian ada yang meminta penggantian setiap 7.000 km. Untuk memastikannya maka pengguna wajib mengecek buku panduan pemilik.